Latest Post

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyebabkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), penyakit yang menginfeksi dan merusak sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi.
HIV merupakan salah satu penyakit yang paling serius di dunia kesehatan dan dianggap sebagai penyakit pembunuh. Setiap tahun, sekitar 8-10 juta orang terinfeksi dengan penyakit ini, dan lebih dari 2 juta orang yang meninggal dunia.

Oleh karena itu, kita harus lebih menekankan pada pencegahan terhadap HIV / AIDS daripada pengobatan. Pencegahan HIV / AIDS adalah cara terbaik untuk mengurangi penyebaran infeksi HIV. Berikut adalah beberapa cara yang efektif untuk mencegah HIV dan AIDS:
  1. Hindari Kontak dengan Darah yang terinfeksi HIV
    Cara yang paling umum untuk menularkan HIV adalah melalui kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi HIV. Transfusi, atau kontak dengan luka, dapat menyebabkan virus menyebar dari satu orang ke orang lain. Transmisi dengan darah dapat dengan mudah dihindari melalui tes darah dan menghindari kontak dengan luka jika seseorang positif terinfeksi HIV, jika Anda harus berurusan dengan luka dari pengidap HIV/ AIDS, pastikan untuk memakai pakaian pelindung seperti sarung tangan karet.
  2. Hati-hati dengan Jarum suntik dan peralatan Bedah
    Obat infus, jarum suntik dan peralatan tato dapat menjadi sumber infeksi HIV. Jarum tato senjata,, dan pisau cukur adalah alat yang berpaparan langsung dengan darah orang yang terinfeksi. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika menggunakan jarum dan peralatan bedah:
    • Jangan menggunakan kembali Alat suntik sekali pakai.
    • Bersihkan dan cuci peralatan bedah sebelum menggunakannya.
    • Jika Anda ingin tato, pastikan itu dilakukan oleh sebuah toko tato bersih dan sanitasi.
    • Hindari penggunaan obat-obat terlarang dan zat yang dikendalikan intravena.
  3. Gunakan Kondom
    Cara lain untuk penularan HIV adalah melalui kontak seksual tidak terlindungi. kondom adalah baris pertama pertahanan Anda untuk menghindari terinfeksi HIV. Hal ini sangat penting untuk menggunakan kondom saat berhubungan seks, tidak hanya akan mengurangi kemungkinan terinfeksi HIV, tetapi juga dapat melindungi diri dari infeksi menular seksual lainnya. kondom Lateks adalah yang terbaik, tetapi Anda juga dapat menggunakan kondom polyurethane. Jangan menggunakannya kembali dan pastikan bahwa tidak ada yang rusak di hambatan saat menggunakannya.
  4. Hindari Seks Bebas
    HIV dan AIDS yang lebih lazim untuk orang dengan banyak pasangan seksual. Jika Anda hanya memiliki satu pasangan seksual, Anda secara dramatis dapat meminimalkan kemungkinan tertular HIV atau mendapatkan AIDS. Namun itu tidak berarti bahwa Anda dapat berhenti menggunakan kondom, Anda masih harus melakukan seks dilindungi bahkan jika Anda setia pada pasangan seksual Anda.
Anda pasti tidak ingin menjadi statistik berikutnya dalam pertumbuhan orang yang terinfeksi HIV / AIDS. Dengan tips di atas, Anda sangat dapat menghindari penyakit ini menular terburuk sambil menikmati kehidupan yang utuh dan sehat.
Source: 4 Effective Ways to Prevent HIV/ AIDS

KRAWANG-BEKASI

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi

tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa

Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan

Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan

atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami

Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat

Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami

yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi 


karya : Chairil Anwar

Sajak Orang Lapar

kelaparan adalah burung gagak
yang licik dan hitam
jutaan burung-burung gagak
bagai awan yang hitam


o Allah !
burung gagak menakutkan
dan kelaparan adalah burung gagak
selalu menakutkan
kelaparan adalah pemberontakan
adalah penggerak gaib
dari pisau-pisau pembunuhan
yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin


kelaparan adalah batu-batu karang
di bawah wajah laut yang tidur
adalah mata air penipuan
adalah pengkhianatan kehormatan


seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu
melihat bagaimana tangannya sendiri
meletakkan kehormatannya di tanah
karena kelaparan
kelaparan adalah iblis
kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran


o Allah !
kelaparan adalah tangan-tangan hitam
yang memasukkan segenggam tawas
ke dalam perut para miskin


o Allah !
kami berlutut
mata kami adalah mata Mu
ini juga mulut Mu
ini juga hati Mu
dan ini juga perut Mu
perut Mu lapar, ya Allah
perut Mu menggenggam tawas
dan pecahan-pecahan gelas kaca


o Allah !
betapa indahnya sepiring nasi panas
semangkuk sop dan segelas kopi hitam


o Allah !
kelaparan adalah burung gagak
jutaan burung gagak
bagai awan yang hitam
menghalang pandangku
ke sorga Mu

karya : WS Rendra

Duh saya ga pernah selingkuh tu!!...alah jangan munafik deh, 95% orang pernah selingkuh. Lebih baik kita sadar sebelum semuanya terlambat, suatu penyesalan selalu datang saat ia telah pergi dari kita. Lalu bagaimana cara menghilangkan kebiasaan buruk itu?...yuk baca tips di bawah ini…

1. Belajarlah untuk tulus mencintai dia, lihatlah dia dengan hati bukan dengan nafsu…tak ada orang yang sempurna di dunia ini…kecantikan kelak akan memudar dan kekayaan kelak akan menghilang.

2. Jangan pernah membandingkannya dengan yang lain, manusia emang tidak pernah merasa puas dengan apa yang dimilikinya…tapi renungkanlah…belum tentu yang lebih cantik atau kaya itu mencintai kamu setulus cintanya.

3. Berbicaralah dengan jujur apabila kamu menginginkan suatu perubahan darinya, saya yakin dia pun pasti mengerti apabila kamu ingin dia menjadi lebih baik.

4. Jangan terlalu percaya apa kata orang…yang sedang menjalani hubungan itu kamu dan dia, bukan mereka…jadi coba cari tahu kebenaran itu sendiri.

5. Jangan terlalu mengharapkan kesempurnaan dan jangan pernah berpikir dia tidak layak untuk kamu…pikirkan apa kamu sudah sempurna?, dan pikirkan mengapa dulu kamu ingin memilikinya? Kenapa dia mau menjadi pacar kamu…apakah kamu sudah layak untuknya?...

6. Suatu yang terlihat indah belum tentu memberikan kebahagiaan…kamu malu pacaran dengan dia karena wajahnya? berarti kamu telah menghina ciptaanNya…apakah kamu sudah lebih baik dari ciptaanNya yang paling mulia?

7. Jangan pernah mencoba untuk selingkuh…bukanlah suatu alasan yang berarti, Hanya coba-coba…kelak kamu sendiri yang akan merasakan sesalnya.

8. Percaya ga percaya karma pasti berlaku. Karma bukanlah hanya untuk umat hindu, karena karma itu adalah suatu teguran dariNya bagi orang-orang yang telah menyakiti sesema ciptaanNya. Ingat do’a orang yang teraniaya, pada saat ia berdo’a…maka pada saat itu pula do’anya itu dikabulakan oleh sang pencipta.

Saya harap tips diatas dapat membantu kita menghilangkan suatu kebiasaan buruk yang dinamakan selingkuh...selingkuh itu indah…tapi kelak akan menyakitkan, perlahan tapi akan mematikan…bagaikan orang yang sedang nikmatnya meminum minuman keras, kelak segala macam penyakit akan datang merenggut nyawanya.

Semoga posting kali ini bermanfaat dan jangan lupa KOMENTAR dan KLIK IKLANNYA ya.. ^_^

Sumber : www.tipscintaku.com

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
AWAS ! BAHAYA ORAL SEKS
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Banyak orang yg bilang bahwa oral seks merupakan kegiatan seks
yang paling aman jika di bandingkan dengan hubungan Seks lainnya.
Memang khususnya bagi pasangan yang tidak terikat hubungan
suami-istri maka oral seks merupakan kegiatan seks yang aman
karena tidak akan mengakibatkan kehamilan.

Tapi apakah kegiatan oral Seks memang benar-benar aman dari segala
Penyakit Menulas Seks (PMS)?. Inilah yang harus diperhatikan bagi
penikmat oral seks. Salah besar apabila ada yang berpendapat bahwa
oral seks tidak berbahaya. Pasalnya mulut manusia merupakan organ
yang hanya di lapisi jaringan harus dan kurang elastis.
Mukosa atau jaringan halus pada mulus mudah sekali terluka dan
bukan merupakan Benteng yang kokoh terhadap datangnya tamu
tak di undang, yakni bakteri dan virus.

Disamping itu mulut dan bibir lebih sering mengalami pecah-pecah yang
mengundang resiko tertular penyakit melalui oral seks akan lebih mudah
dan cepat. Klamidia, Herpes genitalis, gonore, Hepatitis B, HIV dan kutil
pada alat kelamin (HPV) merupakan PMS yg paling sering di tularkan
melalui kontak antara mulut dan alat kelamin.

Jika anda menyukai oral seks dan tidak bisa mengubah kebiasaan ini,
maka anda wajib memperhatikan kesehatan dari alat-alat genital anda.
Dengan demikian anda bisa mengetahui lebih dini gejala-gejala jika
terjadi sesuatu yang berhubungan dengan tanda-tanda umum yang
menunjukkkan anda telah terserang PMS.

Dan jalan satu-satunya bila anda tetap ingin melakukan oral seks
dengan cara fellatio (seks oral terhadap organ lelaki) maka harusnya
memakai kondom tanpa pelumas atau hilangkan pelumasnya. apabila
anda melakukan cunnnilingus ( seks oral terhadap organ kewanitaan),
pasangan anda harus menggunakan pelindung gigi. Alat ini berupa selembar
lateks persegi yang di telakkan di atas vulva, sehingga tidak terjadi
kontak langsung atau pertukaran cairan tubuh.
( Artikel dari Tabloid X-Hot )


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYV0x4mAr4I0__asJ33OWu29xEXrgskweXGz76KzlWzqcMGMnzHDuOjgoxYwCSeRP-sfSzMehnwtNqishovxyiXRamf_5vbg7lnC9K4SPFbr2lzRtrVcUBrlhoukBgd9OCgzdS-39KHwoY/s320/analsex_askmen.jpg
Bahaya melakukan Anal Sex atau hubungan seks melalui anus. Beberapa cara bermain seks berisiko mengundang bahaya seperti rentan menularkan penyakit. Salah satu gaya bercinta yang mengundang risiko adalah hubungan seks anal atau melalui anus (dubur). Apa bahayanya?

Karena dubur tidak dirancang untuk sanggama, sehingga masalah kesehatan bisa saja timbul. Seks anal juga tidak pernah dianggap sebagai perilaku seks yang aman.

Berikut 4 bahaya ketika melakukan hubungan seks melalui anus, seperti dilansir Menshealth dan Netdoctor, yaitu:

1. Rasa sakit dan rasa tidak nyaman pada anus
Bila dibandingkan vagina, struktur anus jauh lebih ketat. Bila pria memberikan tekanan yang kuat saat melakukan hubungan seks pada anus, maka hal tersebut dapat menyebabkan rasa nyeri, sakit, tidak nyaman atau bahkan lecet hingga menyebabkan sakit saat buang air besar.

2. Tak ada pelumasan atau lubrikasi di dubur
Tidak seperti organ reproduksi wanita atau vagina yang diciptakan untuk dapat melubrikasi dirinya sendiri saat merasa terangsang, pada anus hal tersebut tidak terjadi. Ini juga dapat menyebabkan hubungan seks anal semakin menyakitkan.

3. Mudah menyebarkan penyakit menular seksual
Kebanyakan orang enggan menggunakan kondom saat melakukan hubungan seks anal. Inilah yang menjadi pemicu tingginya penularan penyakit menular seksual (PMS) dari hubungan seks anal.

PMS yang bisa menular melalui hubungan seks anal antara lain human immunodeficiency virus (HIV), human papilloma virus (HPV, yang dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker dubur, hepatitis A dan C, chlamydia, gonorrhea dan herpes.

4. Tertular virus dan bakteri berbahaya
Kurangnya pelumasan pada hubungan seks anal bisa menyebabkan lecet pada penis dan mukosa dubur, sehingga mudah menularkan virus. Selain penyakit menular seksual, hubungan seks anal juga dapat menularkan virus dan bakteri tertentu, seperti Escherichia coli (E. coli).

Penularan bakteri ini dapat menyebabkan yang ringan dan parah seperti gastroenteritis (penyakit infeksi usus yang sangat menular). Beberapa strain E. coli (E. coli uropathic) juga dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, mulai dari cystitis (radang kandung kemih) hingga pielonefritis (infeksi ginjal serius akibat bakteri).

sumber: www.detik.com

Nah, menulis puisi dengan baik itu sebenarnya sangat mudah dan susah. Lho kok? Tapi, benarkan, begitu? Ada beberapa orang mengatakan bahwa “bila saya menulis puisi, saya pasti sedang merasakan sesuatu yang gundah.” Atau ada juga yang bilang, “ aku menulis kegelisahan dalam kesunyian. Jadi, harus ada tempat yang benar-benar sunyi untuk menulis puisi?”

Ada juga yang mengatakan,”puisi itu mudah sekali untuk dibikin. Jadi, konteks dan tempatnya bisa di mana saja asal ada sesuatu yang kita pikirkan untuk kita menulisnya.”
nah, bagaimana dengan Anda?
Perihal yang di atas itu, hanya bagian kecil pandangan orang tentang menulis puisi. Ada berbagai cara yang bisa digunakan untuk mengasah keterampilan menulis puisi dengan baik. Puisi dapat ditulis berdasarkan apa yang kita lewati dan bisa juga kita tuangkan melalui catatan harian.

Ketika Anda sedang merasakan sesuatu hal yang hal itu bisa membuat Anda terkekang atau mungkin Anda berpikir untuk melawan suatu masa yang menurut Anda sedang tidak kondusif. Biasanya, banyak penulis yang memilih puisi sebagai salah satu media perlawanan.
Lihat saja beberapa puisi kritik yang dituliskan oleh WS Rendra Cs. Mereka mencoba melawan pemerintah dengan mengangkat unsure-unsur social budaya.
Ada yang berkiblat ke permasalahan percintaan barangkali. Juga demikian. Puisi itu bisa bertemakan apa saja. Nah berikut saya mencoba membagi dua hal yang perlu di perhatikan dalam menulis puisi;


RIMA
Rima (persamaan bunyi) adalah pengulangan bunyi berselang, baik dalam larik maupun pada akhir puisi yang berdekatan. Bunyi yang berima itu dapat ditampilkan oleh tekanan, nada tinggi, atau perpanjangan suara. Puisi-puisi yang bergaya rima kental biasanya adalah puisi-puisi melayu dan beberapa puisi angkatan dibwah penulis kontemporer. Mereka menulis puisi-puisi seperti bentuk pantun modern. Artinya ada beberapa bunyi yang sama pada setiap pengulangan bunyi yang berselang.

IRAMA
Irama atau ritme berhubungan dengan pengulangan bunyi, kata, frasa, dan kalimat. Dalam puisi, irama berupa pengulangan yang teratur suatu baris puisi menimbulkan gelombang yang menciptakan keindahan. Irama dapat juga berarti pergantian keras-lembut, tinggirendah, atau panjang-pendek kata secara berulang-ulang dengan tujuan menciptakan gelombang yang memperindah puisi.
Nah, di sini dulu perjumpaan kita. Semoga menarik dan bisa menjadi bahan diskusi untuk pengembangan tulisan-tulisan kita selanjutnya…
Mari menulis puisi. Mari melawan hati yang gundah.
Catatan kecil dari saya; bacalah puisi-puisi orang lain agar kuat pada pendiksian. Puisi-puisi penulis Amerika Latin atau puisi-puisi dar Afrika mungkin bisa menjadi rujukan Anda.
Nah, untuk menguatkan Anda menentukan tema yang akan diangkat menjadi puisi. Baiknya Anda baca buku-buku filsafat.







Judul : The Coke Machine,
Kebenaran Kotor di Balik Minuman Ringan Favorit Dunia
Penulis : Michael Blanding
Penerbit : Elex Media Komputindo
Terbit : 2011
Halaman : 420 Halaman


Korporasi raksasa yang mendunia selalu memiliki dua wajah yang bertolak belakang Di satu sisi ia dapat tampil cantik, namun di sisi lain ia memiliki wajah buruk yang selalu ingin dirahasiakan.

Begitu juga dengan perusahaan minuman ringan bersoda The Coca Cola Company. Perusahaan yang telah mendunia ini dilaporkan memiliki sejumlah persoalan yang selama ini tidak diketahui oleh publik.

Buku yang ditulis oleh Michael Blanding ini menjelaskan bagaimana kemajuan perusahaan yang berdiri pada tahun 1892 itu bukan semata-mata karena kehebatan produknya, namun karena iklan.

Iklan Coca Cola yang begitu hebat telah membentuk berbagai citra tentang Coca Cola. Tak ayal lagi, Coca Cola tidak hanya sekadar brand yang mendunia, namun juga sebuah kultur.

Sebagai sebuah kultur Coca Cola menjadi bagian dari keseharian, terutama orang-orang Amerika. Konsumsi Coca Cola pun menjadi sebuah simbol ataupun identitas masyarakat Amerika.

Hasilnya, lingkar pinggang orang Amerika kian membesar. Penelitian menunjukkan bahwa minuman soda yang ditambahkan pada porsi setiap kali makan, akan menambah kemungkinan kegemukan sekitar 60 persen (hal. 90).

Di samping itu, Coca Cola pun telah masuk dalam dalam ritus-ritus keagamaan dan praktik budaya. Masyarakat yang hidup di perbukitan Chiapas Highlands, Meksiko, misalnya, kini telah melibatkan "si kaleng merah" dalam ritual-ritual keagamaan, ia menjadi bagian dari pemujaan.

Hal ini menunjukkan bagaimana Coca Cola telah mengubah kode-kode dalam praktik ritual. Ia telah menjungkirbalikkan nilai-nilai otentik budaya lokal. Jika memang Coca Cola concern dengan keberlangsungan budaya lokal, seharusnya ia dapat mengendalikan ini.

Persoalan yang harus dihadapi Coca Cola adalah persoalan pelanggaran hak-hak asasi buruh. Ini terjadi di Columbia. Di negara ini sejumlah kasus yang berakhir pada kematian buruh pabrik Coca Cola, beberapa kali terjadi.

Tuntutan buruh untuk memperoleh hak-haknya ternyata tidak selalu mendapat respon positif. Bahkan Dalam buku ini disampaiakan justru perusahaan yang berusaha untuk menghancurkan serikat pekerja yang menuntut hak-haknya.

Malah, dilukiskan dalam buku ini adanya kemungkinan disewanya tentara bayaran untuk menghentikan gerakan serikat pekerja. Di negeri yang sama juga dilakukan montaje judicial atau jebakan pengadilan terhadap para aktivis serikat pekerja.

Masalah lain yang terus menyudutkan Coca Cola adalah pencemaran lingkungan. Dari India dilaporkan bahwa perusahaan minuman bersoda itu telah mencemari lingkungan. Mereka membuang limbah pabrik dengan seenaknya.

Limbah pabrik itu telah memperburuk kondisi lingkungan. Bahkan hewan-hewan peliharaan mati karena meminum air dari sungai yang tercemar. Keinginan untuk mengubah keadaan ini juga tidak kunjung muncul.

Catatan lain tentang buku ini ialah, adanya ketidakberimbangan dalam menampilkan fakta mengenai Coca Cola. Hasilnya, buku ini terkesan sebagai black campaign terhadap perusahaan asal Amerika Serikat itu...***




Judul: Coke Machine
Penulis: Michael Blanding
Penerbit: Elex Media
Halaman: 420 halaman

source :  www.ulas-buku.blogspot.com

Tentu kita tahu tumbuhan SIRIH yang sangat bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Tumbuhan Sirih adalah tumbuhan yang berbentuk seperti hati dan memiliki garis di tengah daun dan daun sirih ini terkenal dengan khasiatnya yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, yaitu dari mimisan (keluar darah dari hidung) sampai dengan diare dan sakit gigi.


Mimisan
Ambil daun sirih satu lembar lalu gulung sambil di tekan agar keluar minyaknya dan selanjutnya gunakan untuk menyumbat hidung yang mengeluarkan darah atau mimisan.

Diare
Mengambil 4 – 6 lembar daun sirih, 6 biji lada, 1 sendok makan minyak kelapa.Menumbuk semua bahan bersama-sama sampai halus, Kemudian gosokkan pada bagian perut. Ulangi penggosokan pada bagian yang sakit sampai sembuh

Sakit gigi
Pengobatan: Mengkumur 1. daun sirih direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih lalu dinginkan air rebusan tersebut.Gunakan air rebusan untuk berkumur. Diulang secara teratur sampai sembuh.2. Ambil 2 lembar daun sirih yang telah diremas, garam secukupnya.Caranya, bahan tersebuh diseduh dengan air panas sebanyak 1 gelas, kemudian aduk sampai garam larut, biarkan sampai dingin. Air tersebut digunakan untuk berkumur.
AlergiPengobatan: luar, di oleskan pada bagian yang gatalBahan: 6 lembar daun sirih, 1 potong jahe kuning, 1,5 sendok minyak kayu putih.Caranya, semua bahan tersebut ditumbuk bersama-sama hingga halus, kemudian digosokkan pada bagian badan yang gatal-gatal.

dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Souce : Massaidi


Lihat Gambar
Pemain: Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Darius Sinathrya, Zumi Zola, Teuku Rifnu Wikana, Rahayu Saraswati.
Berawal dari keprihatinan tidak adanya film-film lokal yang mampu membangkitkan nasionalisme generasi muda, maka hadirlah film MERAH PUTIH yang hasil kerja sama PT Media Desa Indonesia dengan Margate House Ltd.
MERAH PUTIH berlatar belakang perjuangan bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan pada tahun 1945. Tak peduli ras, agama dan suku, sekelompok pemuda bersatu untuk berjuang mendapatkan kemerdekaan. Mereka bertahan dari pembunuhan, berjuang dengan strategi gerilya, tak peduli konflik pribadi karena adanya perbedaan strata sosial, asal daerah dan kepribadian.
Film yang dibesut oleh Yadi Sugandi ini berusaha mengembalikan kembali semangat perjuangan bangsa Indonesia yang sedikit terlupakan. Dengan dibintangi pemain-pemain muda berbakat, seperti Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Darius Sinathrya, dan Zumi Zola, MERAH PUTIH didukung beberapa ahli perfilman internasional.
Mulai dari Adam Howarth yang merupakan koordinator special effect yang membesutSAVING PRIVATE RYAN, Rocky McDonald sebagai koordinator pemeran pengganti dalam MISSION IMPOSIBLE II dan THE QUIET AMERICAN, dan Rob Trenton sebagai make up dan visual effect artist dalam BATMAN, THE DARK KNIGHT, serta ahli perfilman Hollywood lainnya.
Tak heran, film yang kabarnya menelan biaya hingga puluhan miliar ini menghadirkan gambar yang berkualitas. Adegan ledakan dan peperangan serta sinematografi yang indah menjadi kekuatan MERAH PUTIH. Ditambah lagi dihadirkan pada minggu perayaan HUT kemerdekaan RI ke-64, film ini diharapkan mampu mengembalikan rasa nasionalisme generasi muda yang mulai tergerus.




Source : www.kapanlagi.com


Lihat Gambar
Pemain: Cholidi Asadil Alam, Oki Setiana Dewi, Alice Norin, Andi Arsyil Rahman, Meyda Safira, Deddy Mizwar, Niniek L Karim, Dude Harlino,Asmirandah, Aspar Paturusi, Neno Warisman, Nungki Kusumawati.

Sukses dengan KETIKA CINTA BERTASBIH (KCB) 1, tak sampai setahun, KCB 2 dilepas ke masyarakat film Indonesia. Waktu yang tidak lama ini juga karena cerita dari KCB 1memang bersambung ke KCB 2, oleh karenanya memang disengaja waktu tidak terlalu lama, agar masyarakat masih ingat cerita tentang KCB 1.
Selepas menuntut ilmu di Kairo, Mesir selama sembilan tahun lamanya, akhirnya Azzam (Cholidi Asadil Alam) pulang ke negara sendiri. Perasaan bangga, gembira, kerinduan, semuanya bercampur aduk.
Berbekal lulusan sarjana dari sebuah perguruan tinggi ternama, keluarga Azzam, terutama sang bunda, Bu'e Mulikatun (Niniek L Karim), berharap putra kebanggaannya dapat memperoleh pekerjaan dengan lebih mudah. Namun ternyata itu bukanlah jaminan. Kenyataannya Azzam malah lebih banyak luntang-lantung karena belum mendapat pekerjaan yang pas. Belum lagi sindiran dari para tetangga, semakin membuat sang bunda bertambah gelisah.
Azzam tak patah semangat. Selama di Mesir, ia sempat berjualan tempe, sehingga jiwa kewirausahaannya telah terpupuk. Akhirnya Azzam mulai membangun usahanya sendiri.
Di sisi lain, sang bunda mulai mempertanyakan kesendirian Azzam. Azzam sendiri harus rela ketika wanita idamannya, Anna (Oki Setiana Dewi) dipinang sahabatnya sendiri, Furqon (Andi Arsyil Rahman). Eliana (Alice Norin), perempuan yang menaruh hati pada Azzam, masih belum sepenuhnya diterima oleh Azzam. Karena ia mendamba perempuan muslimah yang sholehah. Sang bunda pun sepertinya kurang merestui hubungannya jika ia memilih Eliana.
Jika Anda sudah pernah menonton KCB 1 yang pada akhir film dibuat menggantung, maka rasa penasaran itu akan ditemukan jawabannya pada film KCB 2 yang masih dibesut oleh Chaerul Umam ini. KCB 1 dibuat sebagai pendahuluan, sedang konflik dan klimaks besarnya ada di film berdurasi 120 menit ini.
Film yang keseluruhan menggunakan setting di Indonesia, juga menampilkan wajah-wajah baru, seperti Asmirandah dan Dude Harlino, yang aktingnya sudah terasah lewat sinetron-sinetron stripping. Film ini juga didukung oleh nama-nama yang sudah tidak asing di dunia film, seperti Deddy Mizwar, Niniek L Karim, Neno Warisman dan Nungki Kusumawati.
KCB 2 lebih banyak menghadirkan kejutan-kejutan yang diberikan kepada penonton, seperti adegan-adegan yang di luar dugaan penonton, seperti adegan pembunuhan yang terjadi di rumah Azzam. Jika Anda suka adegan romantisme islami seperti diAYAT-AYAT CINTA, di KCB 2 juga diselipkan adegan-adegan semacamnya.
KCB 1 yang sukses menembus angka 3 juta penonton, juga menyisakan beban bagiKCB 2 yang bakal tayang serentak pada 17 September 2009 ini. Mampukah KCB 2mengungguli serial pertamanya yang sukses ditonton jutaan penonton? Kita tunggu saja.

source : www.kapanlagi.com


Lihat Gambar
Pemain: Vino G Bastian, Andhika Pratama, Yogi Finanda, Aulia Sarah,Catherine Wilson, Davina Veronica.
Arok (Vino G Bastian), seorang anak punk asal kota Malang berniat bunuh diri kala mengetahui gadis pujaan hatinya, Maia (Girindra Kara) akan menikah dengan Andra, yang berasal dari Jakarta. Teman-teman Arok yang juga anak punk, Yoji (Andhika Pratama), Almira (Aulia Sarah), dan Mojo (Yogi Finanda) yang mengetahui hal ini, berusaha menggagalkan niat sahabatnya ini.
Yoji dkk tak hanya berhasil membujuk Arok, malah membuat Arok bertekad menyusul Maia ke Jakarta yang akan menikah dalam 5 hari ke depan. Dengan bekal dan uang kurang dari 50 ribu rupiah, mereka nekad berangkat. Bisa dibayangkan bagaimana petualangan keempat anak punk ini menuju ibukota.
Sepanjang perjalanan, satu per satu halangan mereka temui. Mulai dari kesasar, terjebak banjir, sampai dikeroyok preman-preman pun mereka hadapi. Dan inilah yang membuat persahabatan mereka bertambah erat.
PUNK IN LOVE yang digarap Ody C Harahap memang bukan film yang menceritakan tentang punk secara keseluruhan. Melainkan kisah persahabatan dengan latar belakang kehidupan anak punk dengan bumbu komedi di dalamnya.
Sayangnya kelucuan yang ditampilkan terkesan kurang 'menggigit'. Mungkin di beberapa adegan Anda akan tertawa melihat kekonyolan yang diciptakan, selebihnya terasa hambar.
Secara keseluruhan film ini patut dijadikan alternatif tontonan di antara gempuran film-film bertema politik dan horor. Paling tidak penampilan Yogi Finanda yang sukses tampil natural, serta Andhika Pratama dengan rambut mohawk warna pink cukup memberikan hiburan tersendiri.




Source : www.kapanlagi.com


Resensi film indonesia terbaru inilah resensi film Serigala Terakhir yang bercerita tentang persahabatan yang tumbuh antara Ale (Fathir Muchtar), Jarot (Vino G Bastian), Lukman (Dion Wiyoko), Jago (Dallas Pratama) dan Sadat (Ali Syakieb).

serigala terakhir

Tinggal di daerah marjinal yang kumuh membuat hidup mereka tak seperti kehidupan remaja kota besar. Hampir seluruh hidup mereka habiskan untuk berbuat onar, berkelahi dengan siapapun orang yang tidak mereka sukai hingga memeras pedagang.

Berbekal jiwa kepemimpinan yang lebih di antara temannya membuat Ale menjadi ketua dalam kelompok ini. Ale tinggal bersama Ibunya (Ully Arta) beserta dua orang adiknya bernama Aisyah (Fanny Fabriana) dan Bara (Agung Surya Putra).

Di tempat mereka tinggal, ada seorang remaja bisu yang selalu menemani neneknya berdagang di pasar. Pria bisu itu bernama Fathir (Reza Pahlevi). Sejak kecil, Fathir selalu menjadi bahan ejekan orang-orang termasuk kelompok Ale, kecuali Jarot yang kerap kali berempati di belakang teman-temannya.

Fathir sebenarnya ingin bergabung bersama kelompok Ale. Namun karena cacat yang dimilikinya membuat orang memandang sebelah mata. Apalagi, Ale sepertinya tidak butuh tambahan anggota.

Perkelahian demi perkelahian tetap mereka menangkan, meski harus dengan tetesan darah. Sampai suatu hari, mereka terlibat perkelahian sengit dengan kelompok lain. Ale yang terdesak dengan tusukan pisau lawannya berhasil diselamatkan oleh Jarot yang memukul kepala musuh dengan batu besar hingga tewas.

Akibat perbuatannya itu Jarot ditangkap polisi. Hal ini membuat empat sahabat mereka, termasuk Fathir terpukul. Belum lagi dengan orang tua Jarot dan adik Jarot bernama Yani (Zaneta Georgina).

Live must go on. Ale dan kelompoknya terus berjalan meski tanpa Jarot. Mereka mulai mendapat gangguan dari kelompok Naga Hitam, sebuah kelompok mafia yang bergerak di bisnis narkoba. Merasa kalah dalam jumlah anggota dengan Naga Hitam, Ale memutuskan untuk menjaga kampung mereka dari bisnis narkoba.

Ale sebenarnya sangat butuh orang yang memiliki kemampuan setara dengan Jarot. Tiba-tiba Fathir mengajukan diri untuk bergabung melawan Naga Hitam. Lagi-lagi Fathir hanya jadi bahan ejekan. Saat pulang ke rumah, Fathir mendapati neneknya meninggal dunia. Fathir begitu terpukul dan diapun memutuskan pergi.

Di dalam penjara, Jarot harus berjibaku melawan tahanan lainnya. Dipukuli oleh teman sekamar hingga disodomi oleh kepala kamar. Tapi Jarot segera membalikan keadaan dengan membalas orang yang dulu menyakitinya di dalam tahanan. Jarot berubah menjadi tahanan yang ditakuti.

Jarot akhirnya bebas dari penjara tanpa ada satupun orang yang menjenguknya di dalam sel. Ketika pertama kali menghirup udara bebas, betapa terkejutnya Jarot dengan orang yang menjemputnya. Orang itu adalah Fathir yang ternyata bergabung dengan kelompok Naga Hitam.

Fathir mengajak Jarot bertemu bos besar Naga Hitam (George Rudy). Jarot setuju bergabung dengan Naga Hitam. Bersama Fathir, Jarot menjadi satu tim mengawal bisnis narkoba Naga Hitam.

Dari sinilah konflik sesungguhnya dimulai. Jarot dan Fathir harus berhadapan dengan sahabat kecil mereka yaitu kelompok Ale. Belum lagi ditambah Jarot yang jatuh cinta adik Ale, Aisyah.

Fathir berubah menjadi sosok yang dingin dan keras. Di balik sifat pendiamnya dulu, ternyata dia memiliki jiwa psikopat dan naluri pembunuh berdarah dingin. Tak mau peduli pernah berteman sejak kecil, Fathir membunuh Jago, Lukman dan Sadat. Bahkan Fathir pula yang membunuh Aisyah karena dianggap penghalang bagi Jarot.

Ale mengira Jarotlah yang membunuh adiknya. Dengan tekanan yang luar biasa, Ale berjanji akan membunuh Jarot, sahabat yang pernah menyelamatkan nyawanya dulu.

Melihat perseteruan yang tak kunjung usai, membuat Jarot tak sanggup lagi berjibaku dengan konflik. Apalagi konflik ini sudah mengorbankan orang yang disayanginya. Jarot akhirnya mengajak Ale bertemu untuk mengibarkan bendera putih.

Ale terlanjur dendam terhadap Jarot. Kedua sahabat ini berkelahi hebat. Ale tertembak dengan pistol miliknya sendiri. Di ujung hidupnya, kedua sahabat ini saling berpeluk erat sambil meminta maaf. Tapi nyawa Ale tak terselamatkan dan tiba-tiba, Duar!! Jarot mendapat tembakan bertubi-tubi hingga akhirnya ikut tewas di samping jasad Ale.

Siapakah yang menghujani Jarot dengan tembakan? Anda pasti dibuat tercengang. Tak ingin digelitik penasaran? Datang saja ke bioskop dan saksikan film yang mulai diputar 5 November 2009 ini.

Film garapan Upi Avianto ini berdurasi sangat panjang, 135 menit. Dari jalan ceritanya kita tahu bahwa genre film ini adalah drama action. Perlahan tapi pasti film action memang sedang merangkak naik untuk bersanding dengan genre film lainnya.

Konflik demi konflik dibuat begitu menegangkan dan mengharukan. Meski berdurasi panjang, penonton tidak bosan dengan jalinan cerita dalam film ini. Film ini mengocok emosi ditambah ceritanya yang mengharukan.

Seperti kebanyakan film action yang banyak menggunakan efek audio visual, film ini juga menggunakan efek audio visual yang ikut mendukung adegan perkelahian atau ledakan. Kelemahannya, efek visual kadang terlihat kurang maksimal, khususnya setiap kali adegan kebakaran.

Akting para pemain di film ini juga patut diacungi jempol. Mereka berhasil membuat penonton ikut larut dalam konflik.

Upi sang sutradara yang juga menjadi penulis sangat cerdas mengembangkan karakter tokoh di film ini. Buktinya adalah karakter Fathir yang sempat hilang sejenak, tapi dimunculkan kembali justru dengan karakter yang berbeda 180 derajat.

Film yang menghabiskan dana hampir Rp10 milliar ini juga berpotensi memiliki sekuel. Karena nasib kelompok Naga Hitam dan Fathir belum jelas. Di akhir cerita digambarkan Bara yang masih berusia belasan tahun dengan wajah dendam membawa pistol peninggalan Ale.

Upi tampak ingin mengubah tradisi akhir cerita klise di mana pemeran utama selalu tampil sebagai sang juara layaknya sinetron dan film-film kebanyakan.

Wanita yang di kehidupan nyata berpacaran dengan Vino G Bastian ini sengaja membuat film berakhir dengan cerita tidak bahagia. Atau mungkin Upi ingin menyampaikan pesan kepada penonton bahwa kebenaran tidak mutlak selalu menang.

Sutradara:

Upi Avianto

Artis indonesia Pemain srigala terakhir:

Fathir Muchtar

Vino G Bastian

Dion Wiyoko

Dallas Pratama

Ali Syakieb

Reza Pahlevi

Fanny Fabriana

Agung Surya Putra

Zaneta Georgina

Produksi:

Investasi Film Indonesia. (ang)

http://gosipboo.blogspot.com/2009/11/resensi-film-serigala-terakhir.html

Mungkin anda sering mendengar pepatah, bersusah-susah dulu bersenang-senang kemudian, yang artinya, masa tua adalah masa manusia menikmati hasil kerja kerasnya di masa muda. Tetapi hal ini tidak seperti apa yang dialami seorang nenek di Desa Sumberdadi, Tulungagung. Sampai usia tuanya, ia tetap saja bekerja keras untuk menghidupi kedua cucunya.
Hilir mudik arus kendaraan tiap hari ku temui.Cuaca panas sudah menjadi teman baikku.Beginilah aku menjalani hidup setiap hari.Menanti pembeli sambil duduk beralaskan tikar di depanStasiun Kereta Api Sumbergempol, Tulungagung, Jawa Timur.
Terik matahari dan derasnya hujan, tidak menghalangi tubuhku yang sudah renta ini, untuk terus berjualan demi menghidupi kedua cucuku dengan hanya berpenghasilan sebagai penjual nasi pecel.
Memang diusia yang sudah 75 tahun, aku seharusnya tak lagi mencari uang seperti ini. Ingin rasanya beristirahat, menghabiskan waktu dirumah dan bermain bersama cucu.Tapi nasib, tak selamanya sesuai angan-angan.Aku harus mencari nafkah untuk bertahan hidup.
Namaku Suponen, tapi orang-orang sekelilingku memanggil MbahPonen. Usaha dagang sudah ku jalani sejak suamiku masih hidup, kami bahkan berjualan nasi pecel.Bukan diwarung tetapi menjajakannya berkeliling.Memiliki kios atau warung tetap bagiku hanyalah angan-angan.Setiap malam aku memasaknya, pagi-pagi suami berkeliling menjualnya.Tetapi sejak suami meninggal dunia 6 tahun yang lalu, otomatis semua tanggung jawabnya itu kupikul sendiri.Hingga suatu hari aku terlilit hutang dan gerobak itu pun ku jual.
Kehidupan Udin, anakku semata wayang, tak lebih baik dariku, ia bercerai lalu merantau di Kalimantan guna memperbaiki nasib kami. Namun, sampai hari ini pun sejak kepergiannya hampir 3 tahun yang lalu, sepucuk surat kabar tak pernah ku terima. Ia menghilang atau lupa atau bahkan dipanggil Tuhan, entahlah, yang jelas tak ada kabar semenjak kepergiannya. Itu pula sebabnya, sepeninggal suami, aku menambah penghasilan dengan menjual mainan tradisional.
Dibantu Sani, cucu pertama, pukul 6 pagi aku sudah keluar berjualan. Kalau pagi, kami berjualan di depan sebuah stasiun kereta api, lalu setelah siang aku bekerja sebagai pemarut kelapa. Tak banyak hasil yang didapat, karena modalnya juga kecil.
Sani lah yang setiap hari menemaniku. Sayang, diusianya yang 17 tahun, Sani cuman bisa membantuku berjualan, karena hanya berpendidikan sampai kelas 5 SD sulit untuknya mendapatkan pekerjaan diluar sana.Lain pula dengan Joko.Ia sibuk mempersiapkan UN, karena sudah kelas 3 SMP. Sedangkan 2 anak Udin yang lainnya diasuh oleh ibunya.
Dari berjualan, aku bisa menutupi kebutuhan hidupku meskipun tak banyak, hanya itu yang bisa aku dapatkan.Tapi apalah artinya uang 25 ribu saat ini.Apalagi untuk kami bertiga. Sekali makan sudah habis, belum untuk keperluan yang lain. Namun kami bersyukur karena kami tak lagi memikirkan biaya sekolah Joko.Ia termasuk siswa berprestasi yang mendapat beasiswa tetap.
*************************
Di rumah bambu inilah aku dan kedua cucuku tinggal.Begitu kecil dan sempit.Bagi kami, tempat ini adalah segalanya.Karena disinilah kami merasakan hidup sebagai manusia.
Disisa umur ini, aku masih memelihara harapan, suatu hari bisa tinggal disebuah tempat yang layak, tidak kedinginan dan berhimpitan seperti ini.
Malam ini entah mengapa cahaya matahari tidak berpihak padaku.Hujan dengan derasnya menerpa rumahku dan terpaksa aku tidak berpenghasilan hari ini.Sebenarnya hari ini pun aku tidak makan sudah biasa.Namun, bagaimana dengan cucu-cucuku? Aku tidak akan sanggup melihat mereka menangis kelaparan. Terpaksa aku menahan rasa malu meminta belas kasihan tetangga untuk sesuap nasi hari ini.
Disamping cerita tadi, aku pernah tertangkap oleh Satpol PP dan menginap selama 2 malam di kantor penyuluhan karena berjualan di tempat yang seharusnya tidak boleh dibuat berjualan. Pernah juga saat suami masih hidup, gerobak kesayangan kami dirusak oleh preman.Ya, untung saja waktu itu rusaknya tidak parah.
Keesokan harinya, cuaca lumayan cerah.Yah, cukuplah untuk aku bisa berjualan lagi.Seperti biasa pukul 04.00 aku bangun pagi untuk mencari sayur mayur di pasar untuk bahan pecel.Pasar terletak tidak jauh dari rumahku, jadi aku hanya perlu berjalan kaki saja.
“San, tangi wis esuk.Wayahe salat subuh.”kataku membangunkan Sani.
“Nggih, mbah.”katanya.
Kami pun bergegas pergi ke pasar. Untung cuaca hari ini lumayan cerah, setidaknya aku bisa berjualan untuk hari ini setelah beberapa hari kemarin banjir melanda kota tercintaku.
“Patang iket piro?”tanyaku.
“Lima ngewu, mbah.’jawabnya singkat.
“Larangeee… Dhek wingi regane patang ngewu???”
“Nggih.Regane mundhak malih sakniki.”
Melihat modal yang ku bawa, aku memutuskan untuk menolak harga tadi sambil menjawab.“Yoo wis.Telung iket wae.”
Kemudian, aku melanjutkan untuk membeli bahan pecel yang lainnya.Di tengah perjalanan aku tertarik melihat berita di televisi tentang Calon Pemilihan Presiden/Wakil Presiden Tahun 2009/2014 mendatang.
“Ah, capres sopo wae aku ora percoyo la wong negeri ne ora maju-maju. Tugase mung lungguh karo gawe dhuwite rakyat.” batinku.
Apa mereka para tikus berdasi tidak pernah menyadari keberadaan kami? Dengan gampang dan tanpa malu mencuri uang rakyat lantas juga menaikkan semua harga sembako? Katanya, subsidi, subsidi…Yah, mereka mungkin tidak pernah merasakan kerasnya hidup seperti aku.Jangankan untuk memenuhi hidup sedangkan makan sehari saja aku harus berjuang di bawah teriknya mentari menunggu belas kasihan.
Beberapa jam kemudian, kami pun pulang ke rumah dan membuatnasi pecel. Setelah selesai memasak, nasi pecel siap dijual, Sani mendahului berjualan.Tiba-tiba, ada salah seorang tetangga mengetuk pintu rumahku.
“Mak, ada kabar bilangnya Udin meninggal di Kalimantan, kecelakaan bilangnya.”
“Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un.”aku kaget mendengar berita itu.
“Ya Allah, anak satu-satuku meninggal dunia?”batinku.
                                                
“Sabar ya, mak. Allah sudah punya rencanalain dibalik semua itu.”
“Ya.Matur suwun.”Aku menangis tak kuasa menahan semua ini.Lalu, aku berniat memberi tahu Sani dan Joko tentang hal ini.
Namun sebelum sempat aku memberitahu mereka, tersiar kabar burung dari tetanggaku tentang orang yang terserempet motor.Tapi, aku tak peduli karena aku harus mengabari Joko tentang berita ini.Di tengah perjalanan aku melihat begitu banyak orang mengerumuni sesuatu.Aku penasaran, aku pun mendekati kerumunan itu.
“Ya ampun, Joko.”aku kaget melihat Joko terkapar di aspal.
“Di bawa ke rumah sakit aja, mbah.Itu kritis daripada bertambah parah.”
“Ya Allah? Bagaimana mungkin aku akan membawanya ke rumah sakit? Aku tidak punya uang untuk membayarnya.Aku memang punya kartu berobat gratis, tapi pasti pihak rumah sakit akan menolaknya!”batinku.
“Ya wis. Tolong pak, sampean antar cucuku ning rumah sakit.”kataku kepada seorang lelaki setengah baya.
“Baik, mbah.”jawabnya.
Lalu, ia membukakan pintu taksinya.Taksi itu pun melaju ke sebuah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Tulungagung.Aku panik, bingung, cemas, gelisah, takut, semua perasaan bercampur menjadi satu.
Kami pun akhirnya sampai di rumah sakit itu.Aku menunggu di luar ruangan dengan perasaan yang begitu campur aduk.Dokter keluar ruangan yang nampaknya ingin mengatakan sesuatu.
“Nenek keluarga pasien?”dengan nada bijaksana ia bertanya.
“Ya, dok.”
“Cucu nenek baik-baik saja.Hanya mengalami sedikit pendarahan di otak.Tapi, bisa ditangani dengan baik.Cucu nenek harus diopname beberapa hari.Nenek harus melapor ke administrasi di lantai 2.”kata dokter sambil memberi sebuah kartu pasien.
“Matur suwun, dok.”
Aku sangat senang sekali mendengar kabar itu.Hatiku yang tercekam kini mulai terobati dengan kabar itu.Namun, sebaiknya kabar mengenai kematian anakku, Udin tak ku beritahu pada Joko untuk sementara ini.Masalah biaya rumah sakit Joko mungkin aku bisa pinjam kepada tetangga.
Aku segera menuju ke bagian administrasi. Di sana, tampak seorang suster yang sangat cantik dan juga ramah. Dulu, aku ingin sekali memiliki anak perempuan yang cantik.Namun, harapan itu hanyalah sebuah angan saja.
“Ada yang bisa dibantu, nek?”tanya suster ramah.
“Cucuku arep opname.Iki kartu ne.”sambil menyerahkan kartu pasien.
“Mau pilih ruangan yang mana?”tanya suster sambil menunjukkan beberapa brosur.
Aku berpikir ruangan kelas III cocok untuk kantongku yang pas-pasan. Aku berkata, “Aku pilih sing biasa wae, kelas III.”
Setelah itu, aku kembali ke ruangan cucuku.Ianampak begitu pucat dan terbujur lemah. Lalu, kami diantar oleh suster ke ruangan yang aku pilih.
*************************
 
2 hari kemudian…….
“Pinten biayane kabeh? Cucuku sing jenenge Joko Yulianto.”
“Semuanya sudah lunas, Nek.”
“Loh.. Sopo sing mbayari?”
“Disini tertulis Ny. Siti Wulandari.”
“Matur suwun, yo.”
Aku kaget bercampur senang.Utangku tidak menumpuk lagi.Tapi, siapa nyonya baik yang mau membayarkan biaya cucuku ini?Entahlah.Aku pun kembali ke ruangan cucuku.Disana tampak seorang perempuan yang cantik jelita.
“Sampeyan sinten?Gurumu tho?”
“Bu, perkenalkan. Saya Wulan, istrinya Mas Udin.”
“Udin sopo?”aku bingung dengan perkataannya.
“Udin anak Ibu di Kalimantan.”kata Wulan dengan senyum sumringah.
Wulan lalu memelukku dan mencium tanganku.Ia meminta maaf karena selama ini Udin tidak memberi kabar. Hal ini dikarenakan sibuk dengan pekerjaannya.Ia sampai disini karena amanah dari Udin sebelum meninggal untuk menemuiku. Ia juga yang membayarkan semua administrasi rumah sakit Joko. Wulan juga membayarkan utang-utangku kepada tetangga.Menantuku mengajak kami semua ke Kalimantan untuk mengubah hidup kami yang lebih baik.Aku terharu hingga meneteskan air mata.
Dalam hati aku berkata, “Ya Allah, terima kasih telah kau kabulkan doaku.Amin.”

OLEH : KARLINA | SMA NEGERI 1 TARAKAN

         Ketika mendapat perintah untuk menemui klien yang berada di luar kota, segera aku persiapan yang akan kubawa. Semuanya ku taruh di dalam koper kecil bewarna merah tua. Hanya sedikit yang aku bawa karena aku hanya berpergian selama tiga hari. Di atas meja, ada tumpukan file yang tidak boleh ketinggalan. Semuanya telah selesai. Bagiku ini bukan yang sulit karena aku sering mendapat tugas ke luar kota dari bos (direktur) ku. Dan segera aku beranjak ke tempat tidur. Karena besok aku harus berangkat pagi-pagi.
***
Suara azan subuh terdengar menggema, membangunkanku dari pejaman mata ini. Segera ku bangkit untuk menunaikan kewajibanku,sembahyang. Setelah itu, aku pun mulai mempersiapkan diri. Tak terasa jarum jam telah menunjukkan pukul 6. Aku pamit kepada kakak perempuanku. Umurnya  selisih tiga tahun denganku. Namanya Bunga.  Sebelum aku pergi,mbak Bunga pasti berpesan agar aku selalu hati-hati dijalan. “aku seperti anak SD saja, mbak. Masih di wanti-wanti segala,”, Candaku sebelum membuka pintu mobil sedan yang akan aku kendarai. Setelah aku rasa cukup untuk memanaskan mesinnya, mobil melaju meninggalkan rumah
***
Mobilku melaju melesat di sepanjang jalan, meskipun jalan yang aku lalui penuh dengan tikungan, aku tidak juga menurunkan kecepatan mobilku. Diluar kendali, mobilku menabrak pembatas jalan sehingga mobil keluar dari badan jalan menuju ke hutan semak-semak.dan akhirnya terhenti karena menabrak sebuah pohon.
Aku masih sangat syok atas kejadian tersebut, untungnya aku tidak terluka parah hanya rasa pusing yang berat . aku keluar dari mobilku yang sudh ringsek itu. “Dimana ini?” , pikirku. Karena tak ada satu pun orang yang lewat dan sangat sepi. Segera aku merogoh ponsel yang ada di kantong bajuku. “ ah, sial” batinku. Karena tak ada sinyal di daerah ini. Aku pun mulai kebingungan. Bagaimana cara aku bisa selamat? Bagaimana dengan tugasku?. Aku termenung sambil menangis sesegukan.
Tiba-tiba seseorang datang menghampiriku. Wanita renta berjalan sedikit pincang memberikan senyuman ramahku. Akupun segera membalasnya. Singkat cerita, aku ditolong oleh Wanita baik hati dan di bawa ke rumahnya. Wanita itu diakrab dipanggil mak Napen. Di rumah sederhana itu Mak Napen tidak tinggal sendiri, Mak Napen ditemani oleh Pak Tole dan anak angkatnya, Ridho. Keluarga ini hidup sangat sederhana. Rumahnya hanya bebilik dari bambu dan seng sebagai atapnya.  Itulah penangkapanku sekilas dari kehidupan keluarga Mak Napen.
“Untuk sementara Neng tinggal disini dulu”, saran Mak Napen. Aku berpikir sejenak, kalau aku tinggal disini tentunya akan merepoti keluarga Mak Napen. Tapi, aku harus tinggal dimana. “iya” jawabku. Aku akan tinggal beberapa hari disini.
***
Memang benar, kehidupan keluarga ini sangat sederhana sekali. Rumah yang hanya diterangi oleh beberapa buah lampu templok itu pun kalau mereka punya minyak tanah. Seusai subuh, mereka harus segera menyiapkan diri bekerja keras demi mengisi perut dan kelanjutan kehidupan mereka. Mak Napen yang setiap harinya bekerja sebagai pengangkat sayur di pasar satu-satunya yang ada di daerah ini. Tempat ini merupakan sandaran hidup bagi mak Napen dan keluarganya. Setiap hari, mak napen harus berjalan sekitar 3 km untuk sampai ke pasar. Kali ini aku ikut pergi untuk membantu mak Napen .
Hatiku terenyuh melihat perjuangan mak Napen, tak sampai hati melihat orang tua yang telah serenta ini masih harus bekerja sekeras ini. Sambil berjalan menuju ke pasar, air mataku mengalir ke pipi namun segera kuusap. Akhirnya, pikiran ini teralihkan terganti dengan suasana pasar yang dipadati oleh para pedagang dan pembeli. Pembeli sangat gigih untuk menawar harga sehingga mereka mendapatkan barang yang dibutuhkan. Tak kalah juga dengan yang lainnya seperti truk-truk pembawa sayur dari daerah lain, pengemis kecil yang menunggu rejeki dari orang yang ikhlas untuk berbagi dan para pengangkat sayur termasuk mak Napen dan aku kali ini. Perjuangan belum berakhir karena selain fisik harus siap untuk mengangkat sayur tetapi harus juga mencari pelanggan. Kata mak Napen, pengangkat sayur yang ada sekitar 20 orang. Usia mereka beragam. Beberapa orang disini ada yang sebaya dengan mak Napen namun kebanyakan usia mereka jauh lebih mudah. Ini merupakan kesulitan tersendiri untuk mak Napen. Pada umumnya para pembeli memilih pengangkat sayur yang lebih muda. Tapi mak Napen mempunyai beberapa pelanggan setia yang menggunakan jasa. Mungkin karena faktor iba atau entahlah. Dari kejauhan ada seorang ibu yang memanggil kami. “Mak Napen, tolong bantu saya ya?” pinta ibu itu sambil tersenyum.  Dengan sigap, mak Napen langsung mengangkat karung berisi penuh dengan sayur. Aku sangat terkejut karena aku kira hanya membawa beberapa kantung plastik. Mak Napen siap membawa karung itu, dalam hati ini ingin menolong si Mak tapi aku sadar itu tak mungkin. Malu sekali hati ini, aku yang muda saja kalah dengan si Mak. Ibu itu minta diantarkan ke rumahnya yang tidak jauh dari area pasar.
***
Hari ini Mak dan aku mendapat sembilan pelanggan. Bayaran untuk Mak tergantung dari keikhlasan si Mak. Mak mendapat Rp. 20.000,- untuk kerja kerasnya hari ini. Bagi Mak, uang ini sangat banyak karena biasanya Mak mendapatkan uang dibawah dari ini. Bahkan pernah si Mak tidak mendapatkan uang sepeser pun. Jadi hari ini Mak bisa membeli makanan untuk keluarganya. Rencananya, Mak akan memasak sayur bening dan ikan asin. Setelah belanja, aku dan Mak pun mempercepat langkah untuh pulang rumah karena langit tampak mendung.
***
Di rumah, Ridho menyambut gembira kepulangan Mak Napen. Kasihan sekali nasib Ridho. Ia terlahir cacat mental. Namun kasih sayang orangtuanya tidak sirna sedikit pun untuk anak semata wayangnya itu. Mungkin bila Ridho normal, mungkin seperti anak pada umurnya 16 tahun. Namun karena kekurangannya, penampilan ridho layaknya anak kecil. Seakan mengerti keadaan orangtusnya, Ridho selalu berusaha menghibur dengan caranya. Tentu saja pasangan ini bersyukur di anugerahi Ridho diantara mereka.
Dengan lain lagi dengan Pak Tole. Sejak dua tahun lalu Pak Tole menderita katarak dan 7 bulan terakhir, katarak itu semakin membesar dan mengganggu kehidupannya. Karena inilah, pak Tole yang dulunya adalah butuh di kebun karet tidak dapat bekerja kembali. Itu sebabnya, hanya Mak Napen yang menjadi satu-satunya tulang punggung di keluarga ini.
Singkatnya, Mak Napen telah menyiapkan makanan. Kami semua berkumpul di tengah ruang yang telalu luas. Ridho tampaknya sangat senang sekali saat si Mak menghidangkan makanan. Pak Tole yang sedari tadi duduk diluar masuk ke dalam bergabung bersama kami. Dengan sabar, mak menuntun bapak. Aku terharu meski mereka hidup dalam kesusahan, itu tidak mempengaruhi kerhamonisan mereka.
Selepas makan bersama, aku membantu mak membersihkan halaman rumah yang jarang di bersihkan. Daun-daun tua yang berserakkan. Sambil menyapu, Mak memberitahu bahwa mungkin besok aku bisa pulang. “yah, Neng kalau mau naik mobil sayuran yang keluar desa besok?. Itu saja yang ada disini, neng. Kalau neng betah tinggak di rumah Mak.”.
Jelas dalam hati ini senang, aku bisa pulang. Aku bisa ketemu Kak Bunga yang mungkin cemas memikirkan aku.  Tentunya bila aku dapat kembali, aku bisa menjalani kehidupanku seperti biasa, berkantor, bertemu dengan teman-temanku, bila malam aku habiskan waktu dengan Kak Bunga di depan televisi. Namun, hati ini juga merasa sedih. Itu berarti tentu aku nggak akan bareng-bareng lagi dengan Si Mak, Pak Tole dan Ridho.
Momen ini gak akan kulewatkan sia-sia. Akibatnya, selepas bada isya, kami berkumpul sambil bertukar cerita. Dari kisah awal pertemuan Mak dengan Bapak, cerita kehadiran Ridho diantara mereka dan betapa kerasnya perjuangan mereka hanya untuk hidup. Disana rasa suka, duka, simpati, haru teraduk menjadi satu. Bisa dibilang Pak Tole sedikit mengeluh dengan katarak yang dideritanya karena itulah Mak yang menjadu tulang punggung saat ini. Pak Tole malu karena merasa belum bisa membahagiakan anak istrinya. Kata Mak, doanya bapak pasti meminta kesembuhan akan bisa mewujudkan keinginan Riddho. Hm, apa yang diinginkan Ridho?. Makin kami berempat asyik bercerita, tak terasa hingga larut malam. Kedua mata ini terasa berat dan mulai merasakan ngantuk hingga aku tidak tersadar ketiduran saat mendengar cerita mereka.
***
Pagi ini adalah pagi terakhir aku bersama keluarga Mak. Mendung menghiasi hamparan langit diatas. Tapi Mak Napen berdoa agar aku tidak kehujanan saat dijalan, maklum, yang aku tumpangi adalah mobil bak terbuka. Selepas subuh, aku meninggalkan rumah diantar keluarga Mak Napen sampai didekat pasar. Gerbang besar didekat pasar itulah pintu keluar dari desa terpencil itu. Pick up yang sebelumnya telah dimintai tolong untuk mengantarku siap megantarku sambil menunggu angkutan sayur yang lain. Rasa sedih terselip ketika Ridho memintaku untuk tidak pergi namun pak Tole memberi pengertian sehingga Ridho tidak lagi meronta-ronta. Mak Napen berpesan kepadaku untuk tidak melupakan mereka. Pak supir memanggilku untuk segera naik ke mobil pick upnya. Mesin mobil dinyalakan dan mulai bergerak menjauh dan semakin menjauh dari tempat Mak Napen dan keluarganya berdiri. Aku terus melambaikan tengan kepada mereka hingga mereka tak Nampak lagi dari pandanganku.
“Selamat tinggal Mak Napen, Pak Tole, dan selamat tinggal Ridho. Akan selalu merindukan kalian” kata lirih. Tak sadar lagi, aku kembali meneterskan air mata. Tapi aku dikagetkan oleh pak Supirnya.
“mau diantar kemana ini neng?” tanyanya ramah sambil fokus membawa kendaraannya.
“Kota Depok, pak” . jawabku semangat.
***
 Sekembaliku dari desa terpencil itu, kedatanganku disambut oleh kak Bunga. Tak kalah juga kehebohan teman-teman sekantorku yang langsung menyerbuku dengan puluhan pertanyaan. Sebelum aku meladeni rasa kangen dari teman-temanku, aku menyindir kak Bunga.
“Wew, gimana tidur malamnya selama tidak ada aku? Berani?” kataku.
“berani dong! Teman-temanku kan menginap di rumah kita selama kamu nggak ada.”
“ngapain saja?”
“kita pesta-pesta di rumah dua hari tanpamu. Ha… ha…”
“Ih… teganya kamu!”
           Rita, teman satu divisiku langsung memberi “sambutan” pertanyaan dan ledekan tentang kecelakaanku. Dan sempat-sempatnya dia menanyakan apakah aku membawa oleh-oleh dari desa.
“kamu pikir aku berpiknik disana? Ada-ada saja.” Jawabku.
Ketika semuanya asyik bercerita dan mendengarkan kisahku disana. Sekretaris bosku datang ke mejaku untuk menyampaikan sebuah pesan. Aduh, aku lupa. Baru aku ingat dengan tugasku. Pasrah saja ini. Rasa berdebar-debar menghantui langkahku menuju ke ruang bosku yang nyaman itu karena full AC.
***
Memang ini rezeki keluarga Mak Napen. Panggilan bos kemaren bukan untuk memarahi kecerobohanku ataupun menanyakan kelanjutan tugas. Dan aku pun sangat bersyukur bisa lolos dari omelan bosku yang baik hati. Malah bosku menawarkan bantuan untuk Pak Tole. Awalnya karena pekan depan perusahaan ditempatku merayakan ulang tahun ke 15 tahun. Dalam perayaannnya, salah satu acaranya adalah operasi katarak gratis. Pak bos yang tahu tentang cerita keluarga Mak Napen dari temanku.
***
3 minggu setelah operasi itu, aku mengunjungi keluarga Mak Napen untuk sekian kalinya. Dan sekarang keadaan mereka tampak lebih baik daripada keadaan mereka saat pertama kali kulihat.  Kini Mak Napen terkurang bebannya setelah Pak Tole bisa bekerja kembali. Ridho yang selalu ramah setiap kali aku mengunjunginya. Pak Tole member sebuah rahasia yang dulu sempat membuatku penasaran. Ini berhubungan dengan impian Ridho. Oh, ternyata dari dulu Ridho ingin jalan-jalan keluar desa dan katanya ingin pergi ke Dufan.
“Dho, kamu rupanya tahu Dufan juga ya?” tanyaku
“eh, aku pun tidak tahu. Katanya sih tempat bermain.” Jawabnya polos.
“Pak Tole, bagaimana kalau hari ini kita jalan-jalan sekalian ke Dufan?”
“Bisa Neng”  Sahut mak Napen bersemangat.
“Mak, nanti aku pergi pakai baju baru ya?” pinta Ridho
            Aku mulai menstarter mobilku untuk kita berangkat ke Dufan sore ini. Kali ini aku tidak akan membawa mobil kebut-kebutan. Suasana ceria terlukis di gambaran kehidupan hari ini. Aku duduk di depan dengan Mak Napen sedangkan Ridho dan Pak Tole duduk di belakang. Karena pertama kalinya Ridho naik mobil, Mak membawa tas kresek hitam untuk jaga-jaga mungkin ada yang mabok kendaraan. Haha, ada-ada saja. Sambil melihat dari kaca spion mobil, aku menyebrangi mobil ke jalan raya dan melaju meninggalkan desa.

OLEH : HAIRUN NISSA TARAKANITA | SMA NEGERI 1 TARAKAN

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.