Latest Post







Judul : The Coke Machine,
Kebenaran Kotor di Balik Minuman Ringan Favorit Dunia
Penulis : Michael Blanding
Penerbit : Elex Media Komputindo
Terbit : 2011
Halaman : 420 Halaman


Korporasi raksasa yang mendunia selalu memiliki dua wajah yang bertolak belakang Di satu sisi ia dapat tampil cantik, namun di sisi lain ia memiliki wajah buruk yang selalu ingin dirahasiakan.

Begitu juga dengan perusahaan minuman ringan bersoda The Coca Cola Company. Perusahaan yang telah mendunia ini dilaporkan memiliki sejumlah persoalan yang selama ini tidak diketahui oleh publik.

Buku yang ditulis oleh Michael Blanding ini menjelaskan bagaimana kemajuan perusahaan yang berdiri pada tahun 1892 itu bukan semata-mata karena kehebatan produknya, namun karena iklan.

Iklan Coca Cola yang begitu hebat telah membentuk berbagai citra tentang Coca Cola. Tak ayal lagi, Coca Cola tidak hanya sekadar brand yang mendunia, namun juga sebuah kultur.

Sebagai sebuah kultur Coca Cola menjadi bagian dari keseharian, terutama orang-orang Amerika. Konsumsi Coca Cola pun menjadi sebuah simbol ataupun identitas masyarakat Amerika.

Hasilnya, lingkar pinggang orang Amerika kian membesar. Penelitian menunjukkan bahwa minuman soda yang ditambahkan pada porsi setiap kali makan, akan menambah kemungkinan kegemukan sekitar 60 persen (hal. 90).

Di samping itu, Coca Cola pun telah masuk dalam dalam ritus-ritus keagamaan dan praktik budaya. Masyarakat yang hidup di perbukitan Chiapas Highlands, Meksiko, misalnya, kini telah melibatkan "si kaleng merah" dalam ritual-ritual keagamaan, ia menjadi bagian dari pemujaan.

Hal ini menunjukkan bagaimana Coca Cola telah mengubah kode-kode dalam praktik ritual. Ia telah menjungkirbalikkan nilai-nilai otentik budaya lokal. Jika memang Coca Cola concern dengan keberlangsungan budaya lokal, seharusnya ia dapat mengendalikan ini.

Persoalan yang harus dihadapi Coca Cola adalah persoalan pelanggaran hak-hak asasi buruh. Ini terjadi di Columbia. Di negara ini sejumlah kasus yang berakhir pada kematian buruh pabrik Coca Cola, beberapa kali terjadi.

Tuntutan buruh untuk memperoleh hak-haknya ternyata tidak selalu mendapat respon positif. Bahkan Dalam buku ini disampaiakan justru perusahaan yang berusaha untuk menghancurkan serikat pekerja yang menuntut hak-haknya.

Malah, dilukiskan dalam buku ini adanya kemungkinan disewanya tentara bayaran untuk menghentikan gerakan serikat pekerja. Di negeri yang sama juga dilakukan montaje judicial atau jebakan pengadilan terhadap para aktivis serikat pekerja.

Masalah lain yang terus menyudutkan Coca Cola adalah pencemaran lingkungan. Dari India dilaporkan bahwa perusahaan minuman bersoda itu telah mencemari lingkungan. Mereka membuang limbah pabrik dengan seenaknya.

Limbah pabrik itu telah memperburuk kondisi lingkungan. Bahkan hewan-hewan peliharaan mati karena meminum air dari sungai yang tercemar. Keinginan untuk mengubah keadaan ini juga tidak kunjung muncul.

Catatan lain tentang buku ini ialah, adanya ketidakberimbangan dalam menampilkan fakta mengenai Coca Cola. Hasilnya, buku ini terkesan sebagai black campaign terhadap perusahaan asal Amerika Serikat itu...***




Judul: Coke Machine
Penulis: Michael Blanding
Penerbit: Elex Media
Halaman: 420 halaman

source :  www.ulas-buku.blogspot.com

Tentu kita tahu tumbuhan SIRIH yang sangat bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Tumbuhan Sirih adalah tumbuhan yang berbentuk seperti hati dan memiliki garis di tengah daun dan daun sirih ini terkenal dengan khasiatnya yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, yaitu dari mimisan (keluar darah dari hidung) sampai dengan diare dan sakit gigi.


Mimisan
Ambil daun sirih satu lembar lalu gulung sambil di tekan agar keluar minyaknya dan selanjutnya gunakan untuk menyumbat hidung yang mengeluarkan darah atau mimisan.

Diare
Mengambil 4 – 6 lembar daun sirih, 6 biji lada, 1 sendok makan minyak kelapa.Menumbuk semua bahan bersama-sama sampai halus, Kemudian gosokkan pada bagian perut. Ulangi penggosokan pada bagian yang sakit sampai sembuh

Sakit gigi
Pengobatan: Mengkumur 1. daun sirih direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih lalu dinginkan air rebusan tersebut.Gunakan air rebusan untuk berkumur. Diulang secara teratur sampai sembuh.2. Ambil 2 lembar daun sirih yang telah diremas, garam secukupnya.Caranya, bahan tersebuh diseduh dengan air panas sebanyak 1 gelas, kemudian aduk sampai garam larut, biarkan sampai dingin. Air tersebut digunakan untuk berkumur.
AlergiPengobatan: luar, di oleskan pada bagian yang gatalBahan: 6 lembar daun sirih, 1 potong jahe kuning, 1,5 sendok minyak kayu putih.Caranya, semua bahan tersebut ditumbuk bersama-sama hingga halus, kemudian digosokkan pada bagian badan yang gatal-gatal.

dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Souce : Massaidi


Lihat Gambar
Pemain: Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Darius Sinathrya, Zumi Zola, Teuku Rifnu Wikana, Rahayu Saraswati.
Berawal dari keprihatinan tidak adanya film-film lokal yang mampu membangkitkan nasionalisme generasi muda, maka hadirlah film MERAH PUTIH yang hasil kerja sama PT Media Desa Indonesia dengan Margate House Ltd.
MERAH PUTIH berlatar belakang perjuangan bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan pada tahun 1945. Tak peduli ras, agama dan suku, sekelompok pemuda bersatu untuk berjuang mendapatkan kemerdekaan. Mereka bertahan dari pembunuhan, berjuang dengan strategi gerilya, tak peduli konflik pribadi karena adanya perbedaan strata sosial, asal daerah dan kepribadian.
Film yang dibesut oleh Yadi Sugandi ini berusaha mengembalikan kembali semangat perjuangan bangsa Indonesia yang sedikit terlupakan. Dengan dibintangi pemain-pemain muda berbakat, seperti Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Darius Sinathrya, dan Zumi Zola, MERAH PUTIH didukung beberapa ahli perfilman internasional.
Mulai dari Adam Howarth yang merupakan koordinator special effect yang membesutSAVING PRIVATE RYAN, Rocky McDonald sebagai koordinator pemeran pengganti dalam MISSION IMPOSIBLE II dan THE QUIET AMERICAN, dan Rob Trenton sebagai make up dan visual effect artist dalam BATMAN, THE DARK KNIGHT, serta ahli perfilman Hollywood lainnya.
Tak heran, film yang kabarnya menelan biaya hingga puluhan miliar ini menghadirkan gambar yang berkualitas. Adegan ledakan dan peperangan serta sinematografi yang indah menjadi kekuatan MERAH PUTIH. Ditambah lagi dihadirkan pada minggu perayaan HUT kemerdekaan RI ke-64, film ini diharapkan mampu mengembalikan rasa nasionalisme generasi muda yang mulai tergerus.




Source : www.kapanlagi.com


Lihat Gambar
Pemain: Cholidi Asadil Alam, Oki Setiana Dewi, Alice Norin, Andi Arsyil Rahman, Meyda Safira, Deddy Mizwar, Niniek L Karim, Dude Harlino,Asmirandah, Aspar Paturusi, Neno Warisman, Nungki Kusumawati.

Sukses dengan KETIKA CINTA BERTASBIH (KCB) 1, tak sampai setahun, KCB 2 dilepas ke masyarakat film Indonesia. Waktu yang tidak lama ini juga karena cerita dari KCB 1memang bersambung ke KCB 2, oleh karenanya memang disengaja waktu tidak terlalu lama, agar masyarakat masih ingat cerita tentang KCB 1.
Selepas menuntut ilmu di Kairo, Mesir selama sembilan tahun lamanya, akhirnya Azzam (Cholidi Asadil Alam) pulang ke negara sendiri. Perasaan bangga, gembira, kerinduan, semuanya bercampur aduk.
Berbekal lulusan sarjana dari sebuah perguruan tinggi ternama, keluarga Azzam, terutama sang bunda, Bu'e Mulikatun (Niniek L Karim), berharap putra kebanggaannya dapat memperoleh pekerjaan dengan lebih mudah. Namun ternyata itu bukanlah jaminan. Kenyataannya Azzam malah lebih banyak luntang-lantung karena belum mendapat pekerjaan yang pas. Belum lagi sindiran dari para tetangga, semakin membuat sang bunda bertambah gelisah.
Azzam tak patah semangat. Selama di Mesir, ia sempat berjualan tempe, sehingga jiwa kewirausahaannya telah terpupuk. Akhirnya Azzam mulai membangun usahanya sendiri.
Di sisi lain, sang bunda mulai mempertanyakan kesendirian Azzam. Azzam sendiri harus rela ketika wanita idamannya, Anna (Oki Setiana Dewi) dipinang sahabatnya sendiri, Furqon (Andi Arsyil Rahman). Eliana (Alice Norin), perempuan yang menaruh hati pada Azzam, masih belum sepenuhnya diterima oleh Azzam. Karena ia mendamba perempuan muslimah yang sholehah. Sang bunda pun sepertinya kurang merestui hubungannya jika ia memilih Eliana.
Jika Anda sudah pernah menonton KCB 1 yang pada akhir film dibuat menggantung, maka rasa penasaran itu akan ditemukan jawabannya pada film KCB 2 yang masih dibesut oleh Chaerul Umam ini. KCB 1 dibuat sebagai pendahuluan, sedang konflik dan klimaks besarnya ada di film berdurasi 120 menit ini.
Film yang keseluruhan menggunakan setting di Indonesia, juga menampilkan wajah-wajah baru, seperti Asmirandah dan Dude Harlino, yang aktingnya sudah terasah lewat sinetron-sinetron stripping. Film ini juga didukung oleh nama-nama yang sudah tidak asing di dunia film, seperti Deddy Mizwar, Niniek L Karim, Neno Warisman dan Nungki Kusumawati.
KCB 2 lebih banyak menghadirkan kejutan-kejutan yang diberikan kepada penonton, seperti adegan-adegan yang di luar dugaan penonton, seperti adegan pembunuhan yang terjadi di rumah Azzam. Jika Anda suka adegan romantisme islami seperti diAYAT-AYAT CINTA, di KCB 2 juga diselipkan adegan-adegan semacamnya.
KCB 1 yang sukses menembus angka 3 juta penonton, juga menyisakan beban bagiKCB 2 yang bakal tayang serentak pada 17 September 2009 ini. Mampukah KCB 2mengungguli serial pertamanya yang sukses ditonton jutaan penonton? Kita tunggu saja.

source : www.kapanlagi.com


Lihat Gambar
Pemain: Vino G Bastian, Andhika Pratama, Yogi Finanda, Aulia Sarah,Catherine Wilson, Davina Veronica.
Arok (Vino G Bastian), seorang anak punk asal kota Malang berniat bunuh diri kala mengetahui gadis pujaan hatinya, Maia (Girindra Kara) akan menikah dengan Andra, yang berasal dari Jakarta. Teman-teman Arok yang juga anak punk, Yoji (Andhika Pratama), Almira (Aulia Sarah), dan Mojo (Yogi Finanda) yang mengetahui hal ini, berusaha menggagalkan niat sahabatnya ini.
Yoji dkk tak hanya berhasil membujuk Arok, malah membuat Arok bertekad menyusul Maia ke Jakarta yang akan menikah dalam 5 hari ke depan. Dengan bekal dan uang kurang dari 50 ribu rupiah, mereka nekad berangkat. Bisa dibayangkan bagaimana petualangan keempat anak punk ini menuju ibukota.
Sepanjang perjalanan, satu per satu halangan mereka temui. Mulai dari kesasar, terjebak banjir, sampai dikeroyok preman-preman pun mereka hadapi. Dan inilah yang membuat persahabatan mereka bertambah erat.
PUNK IN LOVE yang digarap Ody C Harahap memang bukan film yang menceritakan tentang punk secara keseluruhan. Melainkan kisah persahabatan dengan latar belakang kehidupan anak punk dengan bumbu komedi di dalamnya.
Sayangnya kelucuan yang ditampilkan terkesan kurang 'menggigit'. Mungkin di beberapa adegan Anda akan tertawa melihat kekonyolan yang diciptakan, selebihnya terasa hambar.
Secara keseluruhan film ini patut dijadikan alternatif tontonan di antara gempuran film-film bertema politik dan horor. Paling tidak penampilan Yogi Finanda yang sukses tampil natural, serta Andhika Pratama dengan rambut mohawk warna pink cukup memberikan hiburan tersendiri.




Source : www.kapanlagi.com


Resensi film indonesia terbaru inilah resensi film Serigala Terakhir yang bercerita tentang persahabatan yang tumbuh antara Ale (Fathir Muchtar), Jarot (Vino G Bastian), Lukman (Dion Wiyoko), Jago (Dallas Pratama) dan Sadat (Ali Syakieb).

serigala terakhir

Tinggal di daerah marjinal yang kumuh membuat hidup mereka tak seperti kehidupan remaja kota besar. Hampir seluruh hidup mereka habiskan untuk berbuat onar, berkelahi dengan siapapun orang yang tidak mereka sukai hingga memeras pedagang.

Berbekal jiwa kepemimpinan yang lebih di antara temannya membuat Ale menjadi ketua dalam kelompok ini. Ale tinggal bersama Ibunya (Ully Arta) beserta dua orang adiknya bernama Aisyah (Fanny Fabriana) dan Bara (Agung Surya Putra).

Di tempat mereka tinggal, ada seorang remaja bisu yang selalu menemani neneknya berdagang di pasar. Pria bisu itu bernama Fathir (Reza Pahlevi). Sejak kecil, Fathir selalu menjadi bahan ejekan orang-orang termasuk kelompok Ale, kecuali Jarot yang kerap kali berempati di belakang teman-temannya.

Fathir sebenarnya ingin bergabung bersama kelompok Ale. Namun karena cacat yang dimilikinya membuat orang memandang sebelah mata. Apalagi, Ale sepertinya tidak butuh tambahan anggota.

Perkelahian demi perkelahian tetap mereka menangkan, meski harus dengan tetesan darah. Sampai suatu hari, mereka terlibat perkelahian sengit dengan kelompok lain. Ale yang terdesak dengan tusukan pisau lawannya berhasil diselamatkan oleh Jarot yang memukul kepala musuh dengan batu besar hingga tewas.

Akibat perbuatannya itu Jarot ditangkap polisi. Hal ini membuat empat sahabat mereka, termasuk Fathir terpukul. Belum lagi dengan orang tua Jarot dan adik Jarot bernama Yani (Zaneta Georgina).

Live must go on. Ale dan kelompoknya terus berjalan meski tanpa Jarot. Mereka mulai mendapat gangguan dari kelompok Naga Hitam, sebuah kelompok mafia yang bergerak di bisnis narkoba. Merasa kalah dalam jumlah anggota dengan Naga Hitam, Ale memutuskan untuk menjaga kampung mereka dari bisnis narkoba.

Ale sebenarnya sangat butuh orang yang memiliki kemampuan setara dengan Jarot. Tiba-tiba Fathir mengajukan diri untuk bergabung melawan Naga Hitam. Lagi-lagi Fathir hanya jadi bahan ejekan. Saat pulang ke rumah, Fathir mendapati neneknya meninggal dunia. Fathir begitu terpukul dan diapun memutuskan pergi.

Di dalam penjara, Jarot harus berjibaku melawan tahanan lainnya. Dipukuli oleh teman sekamar hingga disodomi oleh kepala kamar. Tapi Jarot segera membalikan keadaan dengan membalas orang yang dulu menyakitinya di dalam tahanan. Jarot berubah menjadi tahanan yang ditakuti.

Jarot akhirnya bebas dari penjara tanpa ada satupun orang yang menjenguknya di dalam sel. Ketika pertama kali menghirup udara bebas, betapa terkejutnya Jarot dengan orang yang menjemputnya. Orang itu adalah Fathir yang ternyata bergabung dengan kelompok Naga Hitam.

Fathir mengajak Jarot bertemu bos besar Naga Hitam (George Rudy). Jarot setuju bergabung dengan Naga Hitam. Bersama Fathir, Jarot menjadi satu tim mengawal bisnis narkoba Naga Hitam.

Dari sinilah konflik sesungguhnya dimulai. Jarot dan Fathir harus berhadapan dengan sahabat kecil mereka yaitu kelompok Ale. Belum lagi ditambah Jarot yang jatuh cinta adik Ale, Aisyah.

Fathir berubah menjadi sosok yang dingin dan keras. Di balik sifat pendiamnya dulu, ternyata dia memiliki jiwa psikopat dan naluri pembunuh berdarah dingin. Tak mau peduli pernah berteman sejak kecil, Fathir membunuh Jago, Lukman dan Sadat. Bahkan Fathir pula yang membunuh Aisyah karena dianggap penghalang bagi Jarot.

Ale mengira Jarotlah yang membunuh adiknya. Dengan tekanan yang luar biasa, Ale berjanji akan membunuh Jarot, sahabat yang pernah menyelamatkan nyawanya dulu.

Melihat perseteruan yang tak kunjung usai, membuat Jarot tak sanggup lagi berjibaku dengan konflik. Apalagi konflik ini sudah mengorbankan orang yang disayanginya. Jarot akhirnya mengajak Ale bertemu untuk mengibarkan bendera putih.

Ale terlanjur dendam terhadap Jarot. Kedua sahabat ini berkelahi hebat. Ale tertembak dengan pistol miliknya sendiri. Di ujung hidupnya, kedua sahabat ini saling berpeluk erat sambil meminta maaf. Tapi nyawa Ale tak terselamatkan dan tiba-tiba, Duar!! Jarot mendapat tembakan bertubi-tubi hingga akhirnya ikut tewas di samping jasad Ale.

Siapakah yang menghujani Jarot dengan tembakan? Anda pasti dibuat tercengang. Tak ingin digelitik penasaran? Datang saja ke bioskop dan saksikan film yang mulai diputar 5 November 2009 ini.

Film garapan Upi Avianto ini berdurasi sangat panjang, 135 menit. Dari jalan ceritanya kita tahu bahwa genre film ini adalah drama action. Perlahan tapi pasti film action memang sedang merangkak naik untuk bersanding dengan genre film lainnya.

Konflik demi konflik dibuat begitu menegangkan dan mengharukan. Meski berdurasi panjang, penonton tidak bosan dengan jalinan cerita dalam film ini. Film ini mengocok emosi ditambah ceritanya yang mengharukan.

Seperti kebanyakan film action yang banyak menggunakan efek audio visual, film ini juga menggunakan efek audio visual yang ikut mendukung adegan perkelahian atau ledakan. Kelemahannya, efek visual kadang terlihat kurang maksimal, khususnya setiap kali adegan kebakaran.

Akting para pemain di film ini juga patut diacungi jempol. Mereka berhasil membuat penonton ikut larut dalam konflik.

Upi sang sutradara yang juga menjadi penulis sangat cerdas mengembangkan karakter tokoh di film ini. Buktinya adalah karakter Fathir yang sempat hilang sejenak, tapi dimunculkan kembali justru dengan karakter yang berbeda 180 derajat.

Film yang menghabiskan dana hampir Rp10 milliar ini juga berpotensi memiliki sekuel. Karena nasib kelompok Naga Hitam dan Fathir belum jelas. Di akhir cerita digambarkan Bara yang masih berusia belasan tahun dengan wajah dendam membawa pistol peninggalan Ale.

Upi tampak ingin mengubah tradisi akhir cerita klise di mana pemeran utama selalu tampil sebagai sang juara layaknya sinetron dan film-film kebanyakan.

Wanita yang di kehidupan nyata berpacaran dengan Vino G Bastian ini sengaja membuat film berakhir dengan cerita tidak bahagia. Atau mungkin Upi ingin menyampaikan pesan kepada penonton bahwa kebenaran tidak mutlak selalu menang.

Sutradara:

Upi Avianto

Artis indonesia Pemain srigala terakhir:

Fathir Muchtar

Vino G Bastian

Dion Wiyoko

Dallas Pratama

Ali Syakieb

Reza Pahlevi

Fanny Fabriana

Agung Surya Putra

Zaneta Georgina

Produksi:

Investasi Film Indonesia. (ang)

http://gosipboo.blogspot.com/2009/11/resensi-film-serigala-terakhir.html

Mungkin anda sering mendengar pepatah, bersusah-susah dulu bersenang-senang kemudian, yang artinya, masa tua adalah masa manusia menikmati hasil kerja kerasnya di masa muda. Tetapi hal ini tidak seperti apa yang dialami seorang nenek di Desa Sumberdadi, Tulungagung. Sampai usia tuanya, ia tetap saja bekerja keras untuk menghidupi kedua cucunya.
Hilir mudik arus kendaraan tiap hari ku temui.Cuaca panas sudah menjadi teman baikku.Beginilah aku menjalani hidup setiap hari.Menanti pembeli sambil duduk beralaskan tikar di depanStasiun Kereta Api Sumbergempol, Tulungagung, Jawa Timur.
Terik matahari dan derasnya hujan, tidak menghalangi tubuhku yang sudah renta ini, untuk terus berjualan demi menghidupi kedua cucuku dengan hanya berpenghasilan sebagai penjual nasi pecel.
Memang diusia yang sudah 75 tahun, aku seharusnya tak lagi mencari uang seperti ini. Ingin rasanya beristirahat, menghabiskan waktu dirumah dan bermain bersama cucu.Tapi nasib, tak selamanya sesuai angan-angan.Aku harus mencari nafkah untuk bertahan hidup.
Namaku Suponen, tapi orang-orang sekelilingku memanggil MbahPonen. Usaha dagang sudah ku jalani sejak suamiku masih hidup, kami bahkan berjualan nasi pecel.Bukan diwarung tetapi menjajakannya berkeliling.Memiliki kios atau warung tetap bagiku hanyalah angan-angan.Setiap malam aku memasaknya, pagi-pagi suami berkeliling menjualnya.Tetapi sejak suami meninggal dunia 6 tahun yang lalu, otomatis semua tanggung jawabnya itu kupikul sendiri.Hingga suatu hari aku terlilit hutang dan gerobak itu pun ku jual.
Kehidupan Udin, anakku semata wayang, tak lebih baik dariku, ia bercerai lalu merantau di Kalimantan guna memperbaiki nasib kami. Namun, sampai hari ini pun sejak kepergiannya hampir 3 tahun yang lalu, sepucuk surat kabar tak pernah ku terima. Ia menghilang atau lupa atau bahkan dipanggil Tuhan, entahlah, yang jelas tak ada kabar semenjak kepergiannya. Itu pula sebabnya, sepeninggal suami, aku menambah penghasilan dengan menjual mainan tradisional.
Dibantu Sani, cucu pertama, pukul 6 pagi aku sudah keluar berjualan. Kalau pagi, kami berjualan di depan sebuah stasiun kereta api, lalu setelah siang aku bekerja sebagai pemarut kelapa. Tak banyak hasil yang didapat, karena modalnya juga kecil.
Sani lah yang setiap hari menemaniku. Sayang, diusianya yang 17 tahun, Sani cuman bisa membantuku berjualan, karena hanya berpendidikan sampai kelas 5 SD sulit untuknya mendapatkan pekerjaan diluar sana.Lain pula dengan Joko.Ia sibuk mempersiapkan UN, karena sudah kelas 3 SMP. Sedangkan 2 anak Udin yang lainnya diasuh oleh ibunya.
Dari berjualan, aku bisa menutupi kebutuhan hidupku meskipun tak banyak, hanya itu yang bisa aku dapatkan.Tapi apalah artinya uang 25 ribu saat ini.Apalagi untuk kami bertiga. Sekali makan sudah habis, belum untuk keperluan yang lain. Namun kami bersyukur karena kami tak lagi memikirkan biaya sekolah Joko.Ia termasuk siswa berprestasi yang mendapat beasiswa tetap.
*************************
Di rumah bambu inilah aku dan kedua cucuku tinggal.Begitu kecil dan sempit.Bagi kami, tempat ini adalah segalanya.Karena disinilah kami merasakan hidup sebagai manusia.
Disisa umur ini, aku masih memelihara harapan, suatu hari bisa tinggal disebuah tempat yang layak, tidak kedinginan dan berhimpitan seperti ini.
Malam ini entah mengapa cahaya matahari tidak berpihak padaku.Hujan dengan derasnya menerpa rumahku dan terpaksa aku tidak berpenghasilan hari ini.Sebenarnya hari ini pun aku tidak makan sudah biasa.Namun, bagaimana dengan cucu-cucuku? Aku tidak akan sanggup melihat mereka menangis kelaparan. Terpaksa aku menahan rasa malu meminta belas kasihan tetangga untuk sesuap nasi hari ini.
Disamping cerita tadi, aku pernah tertangkap oleh Satpol PP dan menginap selama 2 malam di kantor penyuluhan karena berjualan di tempat yang seharusnya tidak boleh dibuat berjualan. Pernah juga saat suami masih hidup, gerobak kesayangan kami dirusak oleh preman.Ya, untung saja waktu itu rusaknya tidak parah.
Keesokan harinya, cuaca lumayan cerah.Yah, cukuplah untuk aku bisa berjualan lagi.Seperti biasa pukul 04.00 aku bangun pagi untuk mencari sayur mayur di pasar untuk bahan pecel.Pasar terletak tidak jauh dari rumahku, jadi aku hanya perlu berjalan kaki saja.
“San, tangi wis esuk.Wayahe salat subuh.”kataku membangunkan Sani.
“Nggih, mbah.”katanya.
Kami pun bergegas pergi ke pasar. Untung cuaca hari ini lumayan cerah, setidaknya aku bisa berjualan untuk hari ini setelah beberapa hari kemarin banjir melanda kota tercintaku.
“Patang iket piro?”tanyaku.
“Lima ngewu, mbah.’jawabnya singkat.
“Larangeee… Dhek wingi regane patang ngewu???”
“Nggih.Regane mundhak malih sakniki.”
Melihat modal yang ku bawa, aku memutuskan untuk menolak harga tadi sambil menjawab.“Yoo wis.Telung iket wae.”
Kemudian, aku melanjutkan untuk membeli bahan pecel yang lainnya.Di tengah perjalanan aku tertarik melihat berita di televisi tentang Calon Pemilihan Presiden/Wakil Presiden Tahun 2009/2014 mendatang.
“Ah, capres sopo wae aku ora percoyo la wong negeri ne ora maju-maju. Tugase mung lungguh karo gawe dhuwite rakyat.” batinku.
Apa mereka para tikus berdasi tidak pernah menyadari keberadaan kami? Dengan gampang dan tanpa malu mencuri uang rakyat lantas juga menaikkan semua harga sembako? Katanya, subsidi, subsidi…Yah, mereka mungkin tidak pernah merasakan kerasnya hidup seperti aku.Jangankan untuk memenuhi hidup sedangkan makan sehari saja aku harus berjuang di bawah teriknya mentari menunggu belas kasihan.
Beberapa jam kemudian, kami pun pulang ke rumah dan membuatnasi pecel. Setelah selesai memasak, nasi pecel siap dijual, Sani mendahului berjualan.Tiba-tiba, ada salah seorang tetangga mengetuk pintu rumahku.
“Mak, ada kabar bilangnya Udin meninggal di Kalimantan, kecelakaan bilangnya.”
“Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un.”aku kaget mendengar berita itu.
“Ya Allah, anak satu-satuku meninggal dunia?”batinku.
                                                
“Sabar ya, mak. Allah sudah punya rencanalain dibalik semua itu.”
“Ya.Matur suwun.”Aku menangis tak kuasa menahan semua ini.Lalu, aku berniat memberi tahu Sani dan Joko tentang hal ini.
Namun sebelum sempat aku memberitahu mereka, tersiar kabar burung dari tetanggaku tentang orang yang terserempet motor.Tapi, aku tak peduli karena aku harus mengabari Joko tentang berita ini.Di tengah perjalanan aku melihat begitu banyak orang mengerumuni sesuatu.Aku penasaran, aku pun mendekati kerumunan itu.
“Ya ampun, Joko.”aku kaget melihat Joko terkapar di aspal.
“Di bawa ke rumah sakit aja, mbah.Itu kritis daripada bertambah parah.”
“Ya Allah? Bagaimana mungkin aku akan membawanya ke rumah sakit? Aku tidak punya uang untuk membayarnya.Aku memang punya kartu berobat gratis, tapi pasti pihak rumah sakit akan menolaknya!”batinku.
“Ya wis. Tolong pak, sampean antar cucuku ning rumah sakit.”kataku kepada seorang lelaki setengah baya.
“Baik, mbah.”jawabnya.
Lalu, ia membukakan pintu taksinya.Taksi itu pun melaju ke sebuah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Tulungagung.Aku panik, bingung, cemas, gelisah, takut, semua perasaan bercampur menjadi satu.
Kami pun akhirnya sampai di rumah sakit itu.Aku menunggu di luar ruangan dengan perasaan yang begitu campur aduk.Dokter keluar ruangan yang nampaknya ingin mengatakan sesuatu.
“Nenek keluarga pasien?”dengan nada bijaksana ia bertanya.
“Ya, dok.”
“Cucu nenek baik-baik saja.Hanya mengalami sedikit pendarahan di otak.Tapi, bisa ditangani dengan baik.Cucu nenek harus diopname beberapa hari.Nenek harus melapor ke administrasi di lantai 2.”kata dokter sambil memberi sebuah kartu pasien.
“Matur suwun, dok.”
Aku sangat senang sekali mendengar kabar itu.Hatiku yang tercekam kini mulai terobati dengan kabar itu.Namun, sebaiknya kabar mengenai kematian anakku, Udin tak ku beritahu pada Joko untuk sementara ini.Masalah biaya rumah sakit Joko mungkin aku bisa pinjam kepada tetangga.
Aku segera menuju ke bagian administrasi. Di sana, tampak seorang suster yang sangat cantik dan juga ramah. Dulu, aku ingin sekali memiliki anak perempuan yang cantik.Namun, harapan itu hanyalah sebuah angan saja.
“Ada yang bisa dibantu, nek?”tanya suster ramah.
“Cucuku arep opname.Iki kartu ne.”sambil menyerahkan kartu pasien.
“Mau pilih ruangan yang mana?”tanya suster sambil menunjukkan beberapa brosur.
Aku berpikir ruangan kelas III cocok untuk kantongku yang pas-pasan. Aku berkata, “Aku pilih sing biasa wae, kelas III.”
Setelah itu, aku kembali ke ruangan cucuku.Ianampak begitu pucat dan terbujur lemah. Lalu, kami diantar oleh suster ke ruangan yang aku pilih.
*************************
 
2 hari kemudian…….
“Pinten biayane kabeh? Cucuku sing jenenge Joko Yulianto.”
“Semuanya sudah lunas, Nek.”
“Loh.. Sopo sing mbayari?”
“Disini tertulis Ny. Siti Wulandari.”
“Matur suwun, yo.”
Aku kaget bercampur senang.Utangku tidak menumpuk lagi.Tapi, siapa nyonya baik yang mau membayarkan biaya cucuku ini?Entahlah.Aku pun kembali ke ruangan cucuku.Disana tampak seorang perempuan yang cantik jelita.
“Sampeyan sinten?Gurumu tho?”
“Bu, perkenalkan. Saya Wulan, istrinya Mas Udin.”
“Udin sopo?”aku bingung dengan perkataannya.
“Udin anak Ibu di Kalimantan.”kata Wulan dengan senyum sumringah.
Wulan lalu memelukku dan mencium tanganku.Ia meminta maaf karena selama ini Udin tidak memberi kabar. Hal ini dikarenakan sibuk dengan pekerjaannya.Ia sampai disini karena amanah dari Udin sebelum meninggal untuk menemuiku. Ia juga yang membayarkan semua administrasi rumah sakit Joko. Wulan juga membayarkan utang-utangku kepada tetangga.Menantuku mengajak kami semua ke Kalimantan untuk mengubah hidup kami yang lebih baik.Aku terharu hingga meneteskan air mata.
Dalam hati aku berkata, “Ya Allah, terima kasih telah kau kabulkan doaku.Amin.”

OLEH : KARLINA | SMA NEGERI 1 TARAKAN

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.